Geliat pembangunan di kawasan terpadu komplek perkantoran provinsi dengan luas lahan sekitar 500 hektar dengan total lahan yang dipersiapkan oleh Pemko Banjarbaru mencapai 2.000 hektar, terbagi dalam 3 zona atau ring 1 sampai ring 3 tersebut semakin terlihat bentuk konfigurasinya yang luar biasa indah.
Salah satu angin segar yang dihembuskan dari komplek perkantoran yang pembangunannya menelan biaya ratusan milliar tersebut adalah ide cerdas pemerintah untuk membangun "Kebun Raya Banua", wahana konservasi alam sekaligus kawasan wisata, pendidikan dan jasa lingkungan yang lokasinya masih di dalam lingkungan komplek Perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan. Ide cerdas ini selain menjawab panasnya isu degradasi lingkungan di Kalimantan Selatan yang semakin memprihatinkan, juga menjadi hembusan angin yang benar-benar menyegarkan bagi masyarakat, khususnya di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan.
Kawasan "Kebun Raya Banua" yang diplot menempati area seluas 100 hektar, tepat di seberang kantor gubernur ini diproyeksikan menjadi wahana wisata lingkungan yang terbesar, terluas dan terlengkap di Kalimantan, sekaligus sebagai tempat penyelamatan, pengembangan dan perlindungan berbagai tanaman lokal khas daerah Kalimantan Selatan, seperti pohon kayu besi atau Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang laju kepunahannya semakin tinggi akibat degradasi lingkungan yang semakin memprihatinkan. Begitu juga dengan beberapa spesies pohon buah yang sudah langka dan telah dinyatakan punah di habitat alaminya, seperti pohon buah Kelangkala (Litsea angulata), Binjai (Mangifera caesia) dan Kasturi (Mangifera casturi) dan lain-lain.
Tidak ada komentar