Bocah SD di Kandangan Tertimpa Pohon Saat Sedang Tidur
Khairil Hakiki Oktober 16, 2018 Tidak ada komentar Edit PostBocah SD di Kandangan Tertimpa Pohon Saat Sedang Tidur
Sedang Tidur, Bocah SD di Kandangan Ini Tewas Setelah Tertimpa Pohon Kelapa.
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Musibah menimpa keluarga Edi Junaidi (35) warga Jalan HM Yusi Kelurahan Kandangan Utara Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin, (15/10). Rumah sekaligus warung yang ditempatinya untuk menjual gorengan tertimpa pohon kelapa yang roboh pada dini hari tadi.
Musibah robohnya pohon kelapa yang berada di belakang rumah itu terjadi sekitar pukul 02.00 WITA. Naasnya, pohon kelapa yang tumbang itu menimpa rumah yang didiami keluarga Edi. Batang kelapa itu menimpa bagian samping kanan rumahnya.
Saat peristiwa itu, M Maulana (12) anak dari Edi berada di posisi rumah yang tertimpa pohon kelapa itu. Bocah sekolah dasar kelas enam ini ikut tertimpa pohon. Selanjutnya korban yang tertimpa pohon kelapa dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawa bocah ini tidak tertolong lagi.
Camat Kandangan Ronaldy membenarkan ada warganya yang mengalami musibah tertimpa pohon kelapa. "Saat kejadian, korban sedang tertidur dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun korban tidak tertolong," katanya.
Dikatakannya bahwa sebelum kejadian, angin cukup deras di wilayah Kandangan pada malam hari. Namun pihaknya masih belum mengetahui apakah robohnya pohon kelapa karena angin deras atau ada faktor lainnya. "Rumah korban yang tertimpa pohon kelapa itu berada di Kelurahan Kandangan Utara. Namun KTP ayah korban masih Kandangan Kota," katanya.
Dikatakannya untuk santunan dan bantuan masih swadaya. Untuk pemberian bantuan dari Dinsos dan SKPD Terkait rencana setelah pemakaman siang ini. "Saat ini keluarga korban masih berduka dan proses persiapan dan pemakaman oleh pihak keluarga," tambahnya
Sedang Tidur, Bocah SD di Kandangan Ini Tewas Setelah Tertimpa Pohon Kelapa.
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Musibah menimpa keluarga Edi Junaidi (35) warga Jalan HM Yusi Kelurahan Kandangan Utara Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin, (15/10). Rumah sekaligus warung yang ditempatinya untuk menjual gorengan tertimpa pohon kelapa yang roboh pada dini hari tadi.
Musibah robohnya pohon kelapa yang berada di belakang rumah itu terjadi sekitar pukul 02.00 WITA. Naasnya, pohon kelapa yang tumbang itu menimpa rumah yang didiami keluarga Edi. Batang kelapa itu menimpa bagian samping kanan rumahnya.
Saat peristiwa itu, M Maulana (12) anak dari Edi berada di posisi rumah yang tertimpa pohon kelapa itu. Bocah sekolah dasar kelas enam ini ikut tertimpa pohon. Selanjutnya korban yang tertimpa pohon kelapa dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawa bocah ini tidak tertolong lagi.
Camat Kandangan Ronaldy membenarkan ada warganya yang mengalami musibah tertimpa pohon kelapa. "Saat kejadian, korban sedang tertidur dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun korban tidak tertolong," katanya.
Dikatakannya bahwa sebelum kejadian, angin cukup deras di wilayah Kandangan pada malam hari. Namun pihaknya masih belum mengetahui apakah robohnya pohon kelapa karena angin deras atau ada faktor lainnya. "Rumah korban yang tertimpa pohon kelapa itu berada di Kelurahan Kandangan Utara. Namun KTP ayah korban masih Kandangan Kota," katanya.
Dikatakannya untuk santunan dan bantuan masih swadaya. Untuk pemberian bantuan dari Dinsos dan SKPD Terkait rencana setelah pemakaman siang ini. "Saat ini keluarga korban masih berduka dan proses persiapan dan pemakaman oleh pihak keluarga," tambahnya
Penyanyi Suci Dalam Debu Saleem Iklim Meninggal Dunia
Khairil Hakiki Oktober 14, 2018 Tidak ada komentar Edit PostPenyanyi Suci Dalam Debu Saleem Iklim Meninggal Dunia

Urang Banjar zaman dahulu ketuju banar lagu sidin nih semoga amal dan ibadah sidin diterima disisi allah SWT Amin
TRIBUNSTYLE.COM - Penyanyi senior asal Malaysia, Saleem, meninggal dunia dalam usia 56 tahun di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (14/10/2018) pukul 06.15 waktu setempat.
Saleem dikenal sebagai vokalis grup musik slow rock, Iklim.
Pada era 1990-an, salah satu lagunya, 'Suci Dalam Debu', sangat terkenal di Indonesia.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh istrinya Juriah Bachok, kepada Harian Metro.
Menurut Juriah, Saleem yang bernama lahir, AM Saleem Abdul Majeed, sebelumnya dirawat ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada 20 September 2018 lalu.
Dalam kejadian di Kilometer 16, Lebuhraya Grand Saga itu, 12 tulang rusuk Saleem patah dan salah satunya menusuk paru-paru Saleem.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat.
Ketika itu, Saleem mengendarai sepeda motor dari arah Kajang ke arah Cheras dan dilaporkan terlibat dalam kecelakaan mobil dari rute yang sama di sepanjang tol 11 tol, Kajang.
Saat kejadian, pengemudi mobil dilaporkan mencoba berbelok ke kiri untuk memasuki kantor Grand Saga di Batu 11 Toll Plaza, sebelum sisi kiri mobil ditabrak oleh sepeda motor Saleem.
Semasa hidupnya, Saleem bersama grup band Iklim yang beraliran slow rock pernah menggebrak industri Malaysia lewat singel 'Suci Dalam Debu' dari album Satu Kesan Abadi (1997).
Lagu tersebut sukses di pasaran hingga meraih popularitas tinggi tak hanya di Malaysia, tetapi juga sampai Indonesia pada masanya.
'Suci Dalam Debu' juga membantu nama grup band Iklim meroket di Indonesia serta menjadi salah satu lagu era 1990-an yang paling terkenal bahkan hingga saat ini.
sumber:
http://style.tribunnews.com/2018/10/14/penyanyi-suci-dalam-debu-saleem-iklim-meninggal-dunia-ini-penyebabnya

Urang Banjar zaman dahulu ketuju banar lagu sidin nih semoga amal dan ibadah sidin diterima disisi allah SWT Amin
TRIBUNSTYLE.COM - Penyanyi senior asal Malaysia, Saleem, meninggal dunia dalam usia 56 tahun di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (14/10/2018) pukul 06.15 waktu setempat.
Saleem dikenal sebagai vokalis grup musik slow rock, Iklim.
Pada era 1990-an, salah satu lagunya, 'Suci Dalam Debu', sangat terkenal di Indonesia.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh istrinya Juriah Bachok, kepada Harian Metro.
Menurut Juriah, Saleem yang bernama lahir, AM Saleem Abdul Majeed, sebelumnya dirawat ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada 20 September 2018 lalu.
Dalam kejadian di Kilometer 16, Lebuhraya Grand Saga itu, 12 tulang rusuk Saleem patah dan salah satunya menusuk paru-paru Saleem.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat.
Ketika itu, Saleem mengendarai sepeda motor dari arah Kajang ke arah Cheras dan dilaporkan terlibat dalam kecelakaan mobil dari rute yang sama di sepanjang tol 11 tol, Kajang.
Saat kejadian, pengemudi mobil dilaporkan mencoba berbelok ke kiri untuk memasuki kantor Grand Saga di Batu 11 Toll Plaza, sebelum sisi kiri mobil ditabrak oleh sepeda motor Saleem.
Semasa hidupnya, Saleem bersama grup band Iklim yang beraliran slow rock pernah menggebrak industri Malaysia lewat singel 'Suci Dalam Debu' dari album Satu Kesan Abadi (1997).
Lagu tersebut sukses di pasaran hingga meraih popularitas tinggi tak hanya di Malaysia, tetapi juga sampai Indonesia pada masanya.
'Suci Dalam Debu' juga membantu nama grup band Iklim meroket di Indonesia serta menjadi salah satu lagu era 1990-an yang paling terkenal bahkan hingga saat ini.
sumber:
http://style.tribunnews.com/2018/10/14/penyanyi-suci-dalam-debu-saleem-iklim-meninggal-dunia-ini-penyebabnya
Langganan:
Komentar (Atom)





